Syawal digengaman purnama 1427,
Cahaya temaram yang memancar dari sumber pencahayaan malam
Meskipun bukan purnama utuh yang mengutuh
Tapi cahayanya adalah bersitan ketenangan yang menundukkan
Karena purnama yang memancar dari wajahmu adalah satu-satunya
Harapan yang tersisa, karena konon inilah yang dapat aku berdiri tegak
Di atas kerasnya hidup dan misteriNya di atas kerasnya tanah dan misterinya
Purnama syawal, momen yang sedikit dapat kurasakan dari KebesanNya
Karena cahaya purnama mengukir kedatangan sang Komando Perang
kekasihNya, tidakkah aku dapat sedikit saja larut
cahaya purnama bukanlah satu-satunya karya sang Maestro
Cuma, satu-satunya yang dekat dan mudah untuk dipahami
Yang dapat menumpahkan segala kepenatan misteri, meskipun sesaat!
Konon, dalam gambaran yang sangat misterius jugalah tentang purnama
Dalam alam yang tak dapat kurasakan, hanya getaran sebelum rintihan yang dahsyat dari ibu. Mengkristal dalam ingatan dan ditutur dalam kenangan
Jika KekasihNya dapat menggengam dengan salah satu tangannya
Pintaku hanya, aku dapat bersujud di sana
Meminta untuk dicintai
Mengharap dalam lindungan
Dan menyapa salam dalam dekapan
Sekali lagi, meskipun aku dalam keadaan sekarat
Kebimbangan emosi dan ragawi
Bukan hidup mati, apalagi surga neraka
Bagiku, purnama adalah kamu, Dia yang mencinta, cahaya KekasihNya
Entahlah, sampai kapan aku menemukan ketenangan dalam misteri cahaya purnama itu
Jatuh bangun aku mencari keutuhan kodrati
Di awal harapan, ternyata purnama sendiri yang menghempaskanku pada titik nol, tapi aku akan terus menggali asa, mungkin hanya kamu seorang Niel... My Beatrice!!
Rabu, 07 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar