
OCEAN’s 13
Apa yang ada dipikiran anda jika melakukan kejahatan seperti mencuri dengan tujuan memberikan kebahagian bagi orang lain? Bagi sebagian anda mungkin akan merasa miris atau mengganggap itu adalah hal yang sangat bodoh. Pada pemikiran pertama mungkin, sangat ironis karena tidak sesuai dengan norma. Kedua,kenapa hasil curian tidak dinikmati untuk kebutuhan pribadi. Pesan inilah yang ingin disampaikan dalam film ini.
Film yang disutdarai oleh Steven Sodeberg (yang hampir saja mendapatkan Oscar dari beberapa kali dinominasikan) dan dibintangi oleh beberapa bintang Hollywood kelas A; George Clooney, Brad Pitt, Matt Damon, Al-Pacino, Don Chedle dan Andy Garcia mencoba untuk memvisualkan pencuri dengan teknik mencuri yang sangat modern. Dapat dilihat bahwa apa yang dilakukan dalam mencuri juga membutuhkan investor dan modal selain strategi dan rencana yang harus matang.
Mungkin beda dengan pencuri yang digambarkan dalam cerpen Gus TF Sakai, tentang pencuri kampung yang masih mengandalkan penghitungan mistis. Tapi pada suatu hari dalam keadaan kepepet dia harus menyambangi rumah sederhana untuk menjalankan misi mencurinya. Setelah si pencuri kalah berpikir dengan para pemilik rumah kaya yang sistem pengamanannya lebih canggih. Sistem pengamanan yang tentunya berbasis teknologi, selain pagar yang tinggi dan adanya anjing pelacak. Mungkin karena telah kehabisan akal untuk dapat menyikat pemilik rumah mewah dan tentunya banyak barang berharga berserakan di sekitar rumahnya. Seharusnya bagi si pencuri, selain memiliki kesiapan mental secara mistik dia juga mempunyai pilihan untuk mengambil barang yang mana yang lebih berharga. Tapi apa hendak dikata, jaman telah berubah pencuri kampong tidak mampu mengejar ketertinggalan jaman tersebut. Maka disatronilah rumah sederhana yang tidak memiliki apapun dirumahnya. Jangankan benda berharga beras pun si tuan rumah tidak punya.
Suatu hal yang berkebalikan jauh antara cerita yang ditampilkan antara film ocean’s 13 dan cerita cerpen. Bertema sama tentang pencurian, apa yang sesuai dengan kedekatan realitas kita bahwa pencuri di Negara kita masih gaptek hanya mengandalkan kekuatan mistik dan pembacaan alam (nujum, kesialan), dalam film ini, pencurian dengan hasil besar perlu penguasaan teknologi dan kematangan perencanaan bin strategi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar