Senin, 26 April 2010

Suatu waktu aku...

Suatu waktu aku pernah bercerita tentang aku...

Tentang masa depan adalah langit
“Percayalah padaku! dari sepanjang hari ini.. peluhku tlah melepuh dengan debu. Tapi sisa malam nanti, sisa peluh yang ku punya dan aku yakin adalah istimewa, karena ada seliut purnama dan segaris angin malam menderu padanya. akan aku sisakan untukmu.. dan juga hanya untukMu..”

Dan sekarang adalah bumi
“Sekarang,di potongan garis kecil aku brdiri. Grand Canyon. aku mengadah,menantang Purnama lantas brteriak 'Kembalikan Keabadiaanku yg kau curi' dan aku cicipi mata syahdu yg ku dapat dr brburu di belantara Niagara. kini.., aku orgasme, ..”

bagiku masa lalu adalah
Angin yang berlalu dan membawa sisa tanda tentang diriku
“datanglah kenangan, jemput aku dalam idealisme imaji..”

Aku pernah berujar pada bayang Jibril
"Lihat aku, aku ringkuh dalam ketakutan
dan ringkih dalam ketidakpastian
dan retak dalam distraksi realita"

Aku juga pernah marah terhadap Mikail
".. ku tak mampu brSumpah layakny Jibril yg utuh, krn tinta iblis masih mengalir syahdu di Nadiku. tapi ku akan selalu mencoba untukNya.."

Aku juga pernah berbisik di telinga Malik dan membujuknya untuk mengembalikan secarik janji pada Lucifer
“Saat ni,Lucifer mencuri jubah jibriel ntuk dtukar dengan bintang Xibalba. katanya, buat bara neraka. Jadi jangan kau ganggu dia!!”

Aku juga pernah mencuri sayap dan terompet Isrofiel untuk meyakinkan perempuanku, ketika di suatu senja sebelumnya mata sayunya berujar keras
'aku ragu,busur arjunamu mampu menyelamatkan cinta kita kelak'.
dengan tenang ku jawab
'sabar saja, ku masih punya cincin Sulaiman yang aku temukan dari reruntuhan istana Siti Balqis!'

Ku hanya bertutur, sebelum waktu menarik jiwaku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar