Kamis, 08 April 2010

Gema adalah berlanjutnya bunyi setelah sumbernya berhenti. Bunyi di waktu hening dan ketika semua bunyi lain teredam.
‘Ada dan waktu’, ada moment-moment dimana manusia menyatukan “ada”nya dengan waktu. Momen-momen itu adalah saat manusia merasakan peristiwa-peristiwa luar biasa yang memaksanya merenungkan arti hidup. Salah satunya, ketika manusia mampu merasakan betapa berarti seseorang bagi kehidupannya. Waktu menurut Heidegger , dalam situasi ini bukan dalam pengertian arloji, jam, matahari atau bentuk penunjuk waktu lain. Waktu di sini adalah waktu eksistensial atau yang membuat manusia merasakan “ada”nya dalam waktu lain.
Hannah Arendt, murid Heidegger, pernah mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang selalu bisa terlahir kembali. Artinya manusia bisa merekonstruksi kembali hidupnya bahkan dalam kehancuran sekalipun. Tentunya maksudnya adalah ketika manusia memang mau terlahir kembali. Di sini, ada proses perenungan, keputusan dan konsekuensi sekaligus resiko.
(Resensi buku ‘For One More Day, Mitch Albom’ oleh Audifax. Jawa Pos, Minggu 20 April 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar