Hi,, kau yang di sana membalut luka
Tahukah kau.. berkali kali aku katakan pada angin ntuk menyampaikannya pada bayangmu saja
bahwa aku terperangkap. Terperangkap pada sebuah keinginan, terperangkap pada makna rindu yang tulus
Hi,, kau yang di sana berkabut senja
Adakah kau peduli, tentang jarakku yang pilu, tentang waktu itu yang pedih
Tentang godot yang dinanti, tentang pagi di tengah batas biru antara laut dan langit
Hi,, kau yang di sana memetik air mata
Sadarkah kau, aku di sini sibuk menggubah air mataku sendiri menjadi bunga
Ku ikat dengan syair rindu yang kupinjam dari malaikat seberang
Ku titipkan pada kunang-kunang bercahaya lembut
Hi,, kau yang di sana membekukan batu hati
Aku berdo'a pada pemilik cahaya, agar kau sisakan sepotong untukku
tetap merah
Karena sayapku lelah, dan butuh sisa potongan itu
Minggu, 24 Maret 2013
Selasa, 19 Maret 2013
Cinta Preetttt
Yang jatuh cinta, berterima kasihlah kepada para pejungga kata cinta dan perangkai nada. Dan merangkainya dalam harmoni indah.Kita tak perlu terlalu jauh berterima kasih pada penjual kaset, operator seluler sebagai salah satu distribusi, produser, radio,tv, engeneering, penjual kaset (cd) dll yang cuma sifatnya pekerja teknis dari lagu yang diciptakan hingga dapat kita dengar. Oh ya, penyanyi, perlu kita angkat topi. Sebagus apapun sebuah lagu, tanpa dinyanyikan seorang penyanyi yang brilian, tentu tak dapat dinikmati.
Yang jatuh cinta, nikmati setiap moment yang kau punya. Selama hormon cinta yang menjalar di tubuhmu itu masih ada. Selama itu pula rasional tak mampu membendung emosi yang membludak. Halah, klise banget kan. Pada yang klise itulah kita berpura-pura menghindar tapi kita nikmati juga. hehe..
Pada saat itu, semua lagu cinta seolah olah diciptakan untukmu,, tanpa sadar kau akan terlelap dalam alunan nada dan kata yang rata-rata berdurasi 3-5 menit (mainstream). Mungkin, semua lika liku dalam cerita cinta telah terangkum dalam beberapa lagu yang melegenda. Temanya tidak akan jauh dari drama cerita cinta. Dari cinta segitiga, cinta tak sampai, cinta terlarang, cinta yang dikhianati, cinta sejati, cinta semu bahkan mungkin cinta nafsu.
Yang membedakan dari beberapa kemiripan dari banyaknya lagu cinta yang kau dengar, mungkin beda pada detail, pilihan kata, penekanan cerita, dan keragaman pilihan nada. Semangat cerita dari sebuah lagu cinta, tak lepas dari indahnya cinta, dan sakitnya (tragis) cinta. Lagi lagi terdengar klise bukan?
Begitulah lagu, cinta, dan subjek pelaku dan penderita .. hehe
Kali ini saya cuma mau sedikit berbagi, dari pengalaman itu. Ada sensasi tersendiri ketika sebuah lagu yang kita dengar dan berkesesuaian dengan kondisi subjektif kita. Yah, reaksi paling sederhana yang tampak, ketika lagu (cinta) yang berkesesuaian dengan kondisi emosi kita. Menangis, senyum, tertawa kecut, atau merasa kejedot ' oh, ni lagu gue banget' (reaksi verbal alay kan biasanya begitu :)' ), mungkin bahkan mengerutkan kening, berasumsi pada pasangan.
Pagi ini, aku baru tersadar dari lagu yang dinyanyikan Ariel Noah 'Separuh aku'.. Menyanyikan lagu itu bersama-sama dengan kekasih, dengan penjiwaan yang sama. Belum tentu lagu itu tampak satu arah. Dengan semangat lirik dan cerita, aku cuma berasumsi. okelah, aku pakai bahasa yang sedikit puitis dari reaksi terhadap lagu Ariel Noah 'Separuh Aku'..
'Ku nyanyikan Lagu ini untukmu, tapi ternyata kau menyanyikannya untuk dia'
Yang jatuh cinta, nikmati setiap moment yang kau punya. Selama hormon cinta yang menjalar di tubuhmu itu masih ada. Selama itu pula rasional tak mampu membendung emosi yang membludak. Halah, klise banget kan. Pada yang klise itulah kita berpura-pura menghindar tapi kita nikmati juga. hehe..
Pada saat itu, semua lagu cinta seolah olah diciptakan untukmu,, tanpa sadar kau akan terlelap dalam alunan nada dan kata yang rata-rata berdurasi 3-5 menit (mainstream). Mungkin, semua lika liku dalam cerita cinta telah terangkum dalam beberapa lagu yang melegenda. Temanya tidak akan jauh dari drama cerita cinta. Dari cinta segitiga, cinta tak sampai, cinta terlarang, cinta yang dikhianati, cinta sejati, cinta semu bahkan mungkin cinta nafsu.
Yang membedakan dari beberapa kemiripan dari banyaknya lagu cinta yang kau dengar, mungkin beda pada detail, pilihan kata, penekanan cerita, dan keragaman pilihan nada. Semangat cerita dari sebuah lagu cinta, tak lepas dari indahnya cinta, dan sakitnya (tragis) cinta. Lagi lagi terdengar klise bukan?
Begitulah lagu, cinta, dan subjek pelaku dan penderita .. hehe
Kali ini saya cuma mau sedikit berbagi, dari pengalaman itu. Ada sensasi tersendiri ketika sebuah lagu yang kita dengar dan berkesesuaian dengan kondisi subjektif kita. Yah, reaksi paling sederhana yang tampak, ketika lagu (cinta) yang berkesesuaian dengan kondisi emosi kita. Menangis, senyum, tertawa kecut, atau merasa kejedot ' oh, ni lagu gue banget' (reaksi verbal alay kan biasanya begitu :)' ), mungkin bahkan mengerutkan kening, berasumsi pada pasangan.
Pagi ini, aku baru tersadar dari lagu yang dinyanyikan Ariel Noah 'Separuh aku'.. Menyanyikan lagu itu bersama-sama dengan kekasih, dengan penjiwaan yang sama. Belum tentu lagu itu tampak satu arah. Dengan semangat lirik dan cerita, aku cuma berasumsi. okelah, aku pakai bahasa yang sedikit puitis dari reaksi terhadap lagu Ariel Noah 'Separuh Aku'..
'Ku nyanyikan Lagu ini untukmu, tapi ternyata kau menyanyikannya untuk dia'
Senin, 18 Maret 2013
Setelah itu '''
Setelah menyeruput kopi aku terhentak sadar...
Sebenarnya, aku telah bersumpah untuk tak mengganggumu lagi, menyapamu,, dan biar kusembunyikan perasaan itu jauh dalam dalam.
Bahwa rasa sayang dan cintaku padamu
Karena aku cuma iri dan cemburu dengan ceritamu, betapa sepenuhnya cintamu padanya
dan betapa besarnya perjuangan dia untuk mendapatkan cintamu, sehingga kamu takluk padanya
Dan batapa bejatnya dia melupakan dan meninggalkanmu demi petualangan cintanya yang lain
Sedangkan aku, mendengar itu ..
Terperangkap di dalamnya.. pada ilusi cinta kalian
Sehingga aku mencintaimu..
Sebenarnya, aku telah bersumpah untuk tak mengganggumu lagi, menyapamu,, dan biar kusembunyikan perasaan itu jauh dalam dalam.
Bahwa rasa sayang dan cintaku padamu
Karena aku cuma iri dan cemburu dengan ceritamu, betapa sepenuhnya cintamu padanya
dan betapa besarnya perjuangan dia untuk mendapatkan cintamu, sehingga kamu takluk padanya
Dan batapa bejatnya dia melupakan dan meninggalkanmu demi petualangan cintanya yang lain
Sedangkan aku, mendengar itu ..
Terperangkap di dalamnya.. pada ilusi cinta kalian
Sehingga aku mencintaimu..
Minggu, 17 Maret 2013
Ironi, Angin dan Daun
Waktu itu, aku bercerita tentang ironi melalui angin..
Padamu yang ku kenal namamu dari helai daun yang jatuh di pelataran rumahku. Setahun yang lalu. Daunmu segar meski ada samar luka di sana. Daunmulah yang membujukku untuk bercerita tentang ironi.
Daunmu yang datang dari selatan, jatuh di pelataran rumahku di utara.
Dan aku pun bercerita melalui angin,,,
Ku bayangkan kau bersila khusyu'sambil memegangi luka yang belum sembuh tanpa sepengetahuanku.
Ku bayangkan kau sibuk merapikan pasir menyiapkan pantai,sesekali mengutip cahaya remang purnama
Lalu kau melemparnya ke laut.
Aku misteri, kau asing. kau misteri dan aku asing..
Lalu apa salahnya ku lempar sauh padamu. Aku terus bercerita tentang terang yang meredup. Tentang putih yang menghitam,, tentang adanya antara putih dan hitam.
Tentang aku yang misteri dan sepi.. padamu yang asing dan luka.
Ya, aku terperangkap sepi di utara. Dan kau terluka di selatan
Pulau 40 Lautan di Selatan
Kini, aku yang tergesa gesa berubah wujud menjadi Merpati hitam
Dengan detak jantung yang kencang, mendatangimu ke Selatan yang masih terluka
Sedangkan aku, terbang dengan hasrat membara sekedar untuk memenuhi gelas anggur yang bertengger di kepalaku, yang belum penuh... dan selalu merasa haus.
Rasa haus yang mendalam itulah, yang membawaku pada pantai pasir merah jambumu
Awalnya aku tak tahu itu merah jambu. Waktu itu, aku tiba di pantaimu malam hari. Yang kuingat, lautan tenang bersenda dengan purnama. Itu ingatan kuat serapan inderawi yang lain, kurasakan pasirmu halus tak berbatu. Dan aku tak tau kalau itu merah jambu.
Mungkin aku telalu letih dan cemas untuk pertemuan petualangan ini, bukankah langit dan lautan pada malam hari tak ada yang istimewa. Begitulah, hebatnya gema cahaya pada benda, memberi sensasi penglihatan berbeda menjelma warna.
Sudah lama ku dengar tentang pulaumu, tentang surga Selatan yang menawan. Tentang pulau yang di dalamnya terbentang 40 lautan. Dan tentangmu,,,
Dan kini, aku berada di tengahnya,
sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Ku hela napas, memantaskan diri, ku simpan sayapku. Ku lepas sehelai bulu, aku akan siap menyusun kata, yang kelak kan ku fermentasi menjadi anggur. Untuk mengisi gelas di kepalaku.
Ku dengar bayangmu mendekat, kau tersenyum lekat dan berujar bahwa aku nekat.
Aku membalas senyummu, karena ku tahu, aku tak tahu yang akan berlaku.
Sedangkan aku, terbang dengan hasrat membara sekedar untuk memenuhi gelas anggur yang bertengger di kepalaku, yang belum penuh... dan selalu merasa haus.
Rasa haus yang mendalam itulah, yang membawaku pada pantai pasir merah jambumu
Awalnya aku tak tahu itu merah jambu. Waktu itu, aku tiba di pantaimu malam hari. Yang kuingat, lautan tenang bersenda dengan purnama. Itu ingatan kuat serapan inderawi yang lain, kurasakan pasirmu halus tak berbatu. Dan aku tak tau kalau itu merah jambu.
Mungkin aku telalu letih dan cemas untuk pertemuan petualangan ini, bukankah langit dan lautan pada malam hari tak ada yang istimewa. Begitulah, hebatnya gema cahaya pada benda, memberi sensasi penglihatan berbeda menjelma warna.
Sudah lama ku dengar tentang pulaumu, tentang surga Selatan yang menawan. Tentang pulau yang di dalamnya terbentang 40 lautan. Dan tentangmu,,,
Dan kini, aku berada di tengahnya,
sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Ku hela napas, memantaskan diri, ku simpan sayapku. Ku lepas sehelai bulu, aku akan siap menyusun kata, yang kelak kan ku fermentasi menjadi anggur. Untuk mengisi gelas di kepalaku.
Ku dengar bayangmu mendekat, kau tersenyum lekat dan berujar bahwa aku nekat.
Aku membalas senyummu, karena ku tahu, aku tak tahu yang akan berlaku.
Langganan:
Postingan (Atom)
