SMS from My best Friend Zaini Qusyairi:
18/06/08 19:00
‘Kenyataan hidup adalah kehidupan itu sendiri, yang peramalannya bukan dari rahim, dan tidak berakhir dalam kuburan. Karena Tahun-tahun yang telah berlalu hanyalah sebuah momen dalam kehidupan abadi; dan dunia hanyalah mimpi di hadapan hantu pengintai yang kita sebut sebagai KEMATIAN’
12/06/08 08:13
‘ujian bukan untuk dihindari, tapi untuk dijalani. Selalu istiqomah dengan cinta adlah do’a untuk selalu menjadi apa saja. Menjadi kakak yang selalu menjaga adiknya, menjadi ayah yang selalu mengayomi anak-anaknya, menjadi sahabat yang selalu siap mendengar keluh kesahnya, dan yang pasti siap menjadi seorang kekasih yang dengan ikhlas mencintai keberadaannya…”Tuhan Tidak akan Pernah Memperkosa Hambanya”.’.
12/06/08 08:12
‘Kita tidak pernah tau darimana kita datang, tapi kita datang. Kita lihat ada jejak, kitapun berjalan mengikutinya. Maka, Keimanan adalah rahasia di balik kerelaan, ketenagaan dan keyakinan bahwa KEHIDUPAN, KEMATIAN adalah HAKNYA. Jangan Bersedih selama kita beriman Kepada Allah’
09/06/08 10:09
‘Jika optimisme tak lagi mengunjungi linangan air mata, maka elegi kesedihan mana yang pantas untuk dikunjunginya. Biarlah mataku kubuat menangis, sepanjang air mataku masih bisa menetes. Karena ku tak ingin kau duduk dengan alas Putus Asa’
29/05/08 12:29
‘bila ku titipkan… bila kutitipkan dukaku pada langit, pastilah langit memanggil mendung. Bila kutitipkan resahku pada angin, pasti angin akan menyeru badai. Bila kutitipkan geramku pada laut, pastilah laut menggiring gelombang. Bila kutitipkan dendamku pada gunung, pastilah gunung mengeluarkan api. Tapi…. Akan ku simpan sendiri mendung dukaku dalam langit dadaku. Ku simpan sendiri badai resahku dalam angin desahku. Aku simpan sendiri gelombang gelapku dalam laut pahamku. Ku simpan sendiri api dendamku dalam gunung resamku. Ku simpan sendiri ….. (Gus Mus_1415 H.)’
23/05/08 12:53
‘Idealisme adalah tanah pekuburan dan tugu-tugu kepahlawanan. Sementara realitas adalah monumen pelipur sakit hati senegeri karena menjadi anak tiri pengembaraan subjek-subjek res cogitan , dan rasa takut terbongkar dari akar yang telah memberi satu tempat di pusat wacana’
23/05/08 12:25
Kita sudah lama hidup dalam tradisi egologi cartesian “je pens donc je suis, cogito ergo sum” saya berpikir maka saya ada. Bukankah itu berarti bahwa kita hidup dalam bentuk arogansi intelektual modern? Yang orientasinya hanya “pour nous rendre comme maitres at possesseur de la nature” agar kita bisa menjadi tuan sekaligus pemilik alam semesta.
23/05/08 12:14
Seperti halnya kebaikan selalu membangun dan mengadakan yang buruk. Karena melalui itu ia mengidentifikasikan dan lantas menjual diri. Maka dari mana lahirnya kejahatan jika bukan dari kebaikan? Maka relasinya adalah, bukan kebaikan yang datang untuk meniadakan kejahatan, melainkan kejahatan sengaja diciptakan agar produk kebaikan bisa laku sebagai pemenang.
From Mardiansyah Palembang (Avicenna 26)
06/06/08 01:38
‘Walaupun satu keluarga, kami tak saling mengenal. Himpunlah daun-daun yang berhamburan ini. Hidupkan lagi ajaran saling mencintai. Ajari lagi kami berkhidmat seperti dulu (Iqbal)’
02/06/08 02:50
‘Aku tidak tahu bagaimana dunia memandangku; tetapi bagiku aku hanyalah seperti anak kecil yang bermain di tepi pantai, dan aku sibuk dari waktu ke waktu mencari batu-batuan yang lebih halus atau kulit kerang yang lebih indah. Sedangkan, samudera besar kebenaran itu tetap tak terungkap di hadapanku (Newton)’
Syamsul Arif ’04
29/05/08 00:54
‘Dalam mulutmu tak hanya angin. Seribu ular bersarang di “sana” menyiapkan sesuatu. Rohku tidur berkasur duri. Geram ini sebenarnya kau yang menggerakkan, hati jadi genderang.’
Mustain Musa 26
23/05/08 13:58
Kematian bukanlah tragedi kecuali kita curi dari Tuhan hak untuk menentukannya, kata cak Nun; kematian bukan untuk ditangisi tapi apa yang menyebabkan kematian itu yang harus diteliti….
Zamzami 27
12/05/08 10:28
Di dunia ini kita diciptakan bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai. Tapi kita harus belajar untuk mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.
Ulil Abror AlMahmud ‘04
11/02/08 01:50
Tujuan hidupku bukanlah untuk memikul segala keluhan sesal melainkan untuk terus tumbuh (Sindhunata)
11/02/08 00:43
Rivalitas yang meletus menjadi kekerasan memerlukan kambing hitam untuk memulihkan harmoni sosial. (Teori kekerasannya Rene Girard)
Rabu, 07 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar