Kamis, 08 April 2010

Kenapa para filosof besar untuk sepanjang sejarah kemanusian sekarang kebanyakan dari Yahudi. Inilah yang menjadi pertanyaan besar yang selalu mengiang dalam benakku. Pertanyaan yang sama kenapa, kesejarahan umat manusia dari utusan Tuhan di muka bumi ini dari Yahudi.

Sumbangsih pemikiran mereka bagi peradaban dan beberapa sejarah peradapan manusia sebelumnya juga luar biasa.meskipun di lain sisi mereka mempunyai dinamika dialektika yang tidak sejalan. Dari terusirnya mereka dari tanah sendiri sampai jaman modern. Mereka menguasai beberapa aspek penting umat manusia, baik sebagai pelopor atau pengembang. Dari ekonomi sampai teknologi kemiliteran.

Jadi, dari hal yang sangat spritual sampai pada perkembangan teknologi yang sangat luar biasa bagi kemudahan masyarakat modern tidak terlepas dari rangkaian genesitas orang-orang Yahudi. Ini jugalah yang dijanjikan dalam Al-Quran, keistimewaan kebangsaan bagi orang Yahudi.

Di hal yang berbeda Yahudi adalah sebuah ancaman dari status qua umat Islam. Kompleksitas yang tersaji inilah yang memberikan keistimewaan, untuk sejarah manusia modern mereka mendapat perlakuan yang tidak adil dari para pengikut dan pencetus fasis di Eropa, mereka harus bereksodus dari tempat ke tempat yang lain.Tekanan ini, memberikan hal yang sangat positif bagi atau secara psikologi sosial bangsa Yahudi tetap survive. Inilah yang menjadi pertanyaan pembuka saya kepada mantan calon Pastor Marinus Kleden dari Flores, jawabannya sangat singkat. Karena mereka mempunyai tradisi membaca Taurat yang luar biasa. Kalau ini benar adanya, bandingkan dengan umat Islam????

Ini sebenarnya dapat diterapkan oleh umat Islam yang secara teknikal mempunyai tradisi membaca Al-Quran, nampakya di sini ada yang salah, mereka membaca tapi tidak memahami atau mereka tidak mempunyai tradisi membaca dan pemahaman terhadap Al-quran dengan baik.
Yang menjadi pertanyaan adalah dapatkan bangsa lain dapat menandingi prestasi yang dilakukan oleh bangsa Yahudi. Islam atau dan bangsa Indonesia sendiri?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar