Saya cuma mau bilang ..
Telah lelah mendayung di sahara tandus
Terperdaya pada fatamorgana
Merayu untuk mengejarnya, meski itu sia sia tampaknya
Paling tidak, kita telah melewati satu batas pada sensasi raga
Bukankah itu fitrah asasi
Mungkin kita sama sama musafir haus itu ..
Bukankah perjalanan itu mutlak untuk singgah, bertemu asing, saling melempar cerita
Meski ambiguitas selalu membayang, pulang atau melanjutkan perjalanan,,,
Rindu atau tetap mengejar kesempurnaan
Pergulatan bagai dialog tentang bentuk takdir yang tak berkesudahan
itulah misteri
Seringkali dingin angin malam, selalu mengalirkan kesimpulan kesimpulan
Dan, jika akhirnya saya harus menyandarkan penat ini pada mata airmu
menjadikannya telaga, mencampurnya dengan air mata dan peluh
Relakanlah, dan saya tak peduli berapa dinar yang harus saya bayar
Yang saya tahu, saya terlalu lelah ...
Entahlah, panas siang selalu menggoda untuk beranjak
Percayalah saya membutuhkan mata airmu, jangan membeku dulu
Karena kita sama sama musafir
Tapi, bukankah bijaksana selalu tentang waktu
Senin, 01 April 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar