Akhh.. kau inspirasi ku. Kehadiranmu menggerakkanku untuk menulis. Menulis tiap detail rasa ini. Tiap nikmatnya bahagia. Tiap sakitnya merinduimu disiksa oleh jarak dan hasrat.
Begitulah kita. Bagaikan jauh hari telah direncanakan tuhan. Tentang dua insan, berjauhan jarak dan akhirnya bertemu di satu titik. Kita bagaikan direduksi tuhan menjadi dua buah dadu. Dengan cara yang misterius kita bertemu. Saat ini, mungkin cara misterius tak lagi menjadi kabur bagaimana tuhan mempertemukan kita. Yahh, begitulah pada waktu yang tepat bagi tuhan kita dipertemukan. Yang sebelumnya, kita masing masing bertaruh dan terombang ambing pada kemungkinan nisbi hidup. Dadu.
Tuhan melembar dua buah dadu, dan pada akhirnya menggulirkannya pada satu titik. Kita bertemu, mungkin tidak semegah dan sedramatis cerita pertemuan Adam dan Hawa. Kita punya cerita sendiri. Yang kita tulis sendiri, lantas kita baca sendiri.
Kita bertemu, pada hasrat yang sama. Pada rasa yang tulus. Kehangatan dan kenyamanan. Dan itu pada ku masih bergelora bising. Entahlah padamu. Dan bagiku yang jelas, daduku terus bergulir. Dan aku selalu berjudi dengan perasaanku kepadamu. Berdamai dengan segala kemungkinan waktu.
Maka itu, aku selalu tertarik untuk menulis. Mengabadikan setiap fragmen rasa ini. Agar kelak dalam perjudian rasa ini. Bisa menjadi ruang untuk merenyahkan tawa, atau sekedar memanen airmata.
@Pulau Biru
Kamis, 11 April 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar