Sabtu, 06 April 2013

Halah,,, Mulai dehh!

Mengingat dalam artian rindu adalah hal yang jarang ku alami. Dan itu dapat kurasakan ketika bertemu denganmu..

Awalnya, pada pertemuan pertama denganmu. Merupakan hal yang biasa. Pertemuan sebagaimana yang pernah ku lakukan dengan para asing lainnya. Semua hanya upaya memecah rasa penasaran. Tanpa emosi, tanpa getaran tanpa janji tulus untuk bertemu lagi. Sekedar menambah cerita, cerita hidup. Tentang petualangan.

Tapi denganmu, semua berubah. Ada getar, tumbuh emosi. Tubuh dan jiwamu memaksa masuk dalam ingatan. Ada harapan untuk menjalin janji pada pertemuan lanjutan. Ada kehangatan, ada kenyamanan, ada kerinduan. Ada ketakpedulian pada kekurangan. Ada desakan untuk menyayangimu. Dan semuanya tanpa perencanaan. Tanpa rekayasa.

Entahlah, tak tahu kapan itu bermula. Apa yang menjadi penyebab. Jangan jangan karena sugesti yang ku sebar awalnya. Sugesti yang mempercayaimu dengan kepingan cerita hidupku, yang dengan tanpa babibu ku lempar padamu. Sugesti dari kepingan ceritamu, yang aku terjebak di dalamnya. Entahlah pula, yang mana lebih dominan menjadi penyebab rasa ini.

Dan aku memaksamu dengan luka yang masih belum sembuh. Memberi posisi koordinatku, agar tak lepas dari radarmu. Karena entah dari mana, rinduku terlalu besar. Sesak di dada dalam mengingatmu tak bisa dibohongi. Memaksamu menyambutku di kotamu untuk bertemu janji untuk yang ke dua kali. Tanpa sepengetahuanmu, aku menyimpan kekwatiran yang sangat besar untuk pertemuan ke dua ini. Setelah pertemuan ini berakhir, bagaimana aku bisa menghadapi rindu padamu. Bukan karena jarak, tapi karena besarnya kepedulianmu.

Dan di sinilah aku, berjuang memahami diriku yang tak bisa kompromi dalam merindui mu. Yang terlalu banyak menuntut mu. Memahami diriku sendiri bagaimana sosokmu hadir bagaikan virus yang menjalar di setiap nadi dan rongga pori tubuhku. Semakin aku paksa untuk menghindar mengingatmu, semakin nyata kau hadir dalam pikiran.

Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri. Kenapa harus sekarang? Kenapa harus kamu? Jenis virus yang bagaimanakah yang telah kau suntikkan padaku, yang bisa merobohkan pertahanan prinsipku. Dan jenis antivirus yang bagaimanakah yang bisa memusnahkanmu dalam pikiranku?

Yang menjadi pertanyaan berbahaya bagi kita berdua adalah, bagaimana kalau aku benar benar jatuh cinta padamu dan berharap banyak pada hatimu. Bukan sekedar seiris hatimu saja, tapi seutuhnya. Tapi yang pasti untuk saat ini, aku merindui jiwa dan tubuhmu,,, Baaahhhhh! ;)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar