Minggu, 24 Maret 2013

Tetaplah Merah

Hi,, kau yang di sana membalut luka

Tahukah kau.. berkali kali aku katakan  pada angin ntuk menyampaikannya pada bayangmu saja
bahwa aku terperangkap. Terperangkap pada sebuah keinginan, terperangkap pada makna rindu yang tulus

Hi,, kau yang di sana berkabut senja

Adakah kau peduli, tentang jarakku yang pilu, tentang waktu itu yang pedih
Tentang godot yang dinanti, tentang pagi di tengah batas biru antara laut dan langit

Hi,, kau yang di sana memetik air mata

Sadarkah kau, aku di sini sibuk menggubah air mataku sendiri menjadi bunga
Ku ikat dengan syair rindu yang kupinjam dari malaikat seberang
Ku titipkan pada kunang-kunang bercahaya lembut

Hi,, kau yang di sana membekukan batu hati

Aku berdo'a pada pemilik cahaya, agar kau sisakan sepotong untukku
tetap merah
Karena sayapku lelah, dan butuh sisa potongan itu





Tidak ada komentar:

Posting Komentar