Hi,, kau yang di sana membalut luka
Tahukah kau.. berkali kali aku katakan pada angin ntuk menyampaikannya pada bayangmu saja
bahwa aku terperangkap. Terperangkap pada sebuah keinginan, terperangkap pada makna rindu yang tulus
Hi,, kau yang di sana berkabut senja
Adakah kau peduli, tentang jarakku yang pilu, tentang waktu itu yang pedih
Tentang godot yang dinanti, tentang pagi di tengah batas biru antara laut dan langit
Hi,, kau yang di sana memetik air mata
Sadarkah kau, aku di sini sibuk menggubah air mataku sendiri menjadi bunga
Ku ikat dengan syair rindu yang kupinjam dari malaikat seberang
Ku titipkan pada kunang-kunang bercahaya lembut
Hi,, kau yang di sana membekukan batu hati
Aku berdo'a pada pemilik cahaya, agar kau sisakan sepotong untukku
tetap merah
Karena sayapku lelah, dan butuh sisa potongan itu
Minggu, 24 Maret 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar