Yang jatuh cinta, berterima kasihlah kepada para pejungga kata cinta dan perangkai nada. Dan merangkainya dalam harmoni indah.Kita tak perlu terlalu jauh berterima kasih pada penjual kaset, operator seluler sebagai salah satu distribusi, produser, radio,tv, engeneering, penjual kaset (cd) dll yang cuma sifatnya pekerja teknis dari lagu yang diciptakan hingga dapat kita dengar. Oh ya, penyanyi, perlu kita angkat topi. Sebagus apapun sebuah lagu, tanpa dinyanyikan seorang penyanyi yang brilian, tentu tak dapat dinikmati.
Yang jatuh cinta, nikmati setiap moment yang kau punya. Selama hormon cinta yang menjalar di tubuhmu itu masih ada. Selama itu pula rasional tak mampu membendung emosi yang membludak. Halah, klise banget kan. Pada yang klise itulah kita berpura-pura menghindar tapi kita nikmati juga. hehe..
Pada saat itu, semua lagu cinta seolah olah diciptakan untukmu,, tanpa sadar kau akan terlelap dalam alunan nada dan kata yang rata-rata berdurasi 3-5 menit (mainstream). Mungkin, semua lika liku dalam cerita cinta telah terangkum dalam beberapa lagu yang melegenda. Temanya tidak akan jauh dari drama cerita cinta. Dari cinta segitiga, cinta tak sampai, cinta terlarang, cinta yang dikhianati, cinta sejati, cinta semu bahkan mungkin cinta nafsu.
Yang membedakan dari beberapa kemiripan dari banyaknya lagu cinta yang kau dengar, mungkin beda pada detail, pilihan kata, penekanan cerita, dan keragaman pilihan nada. Semangat cerita dari sebuah lagu cinta, tak lepas dari indahnya cinta, dan sakitnya (tragis) cinta. Lagi lagi terdengar klise bukan?
Begitulah lagu, cinta, dan subjek pelaku dan penderita .. hehe
Kali ini saya cuma mau sedikit berbagi, dari pengalaman itu. Ada sensasi tersendiri ketika sebuah lagu yang kita dengar dan berkesesuaian dengan kondisi subjektif kita. Yah, reaksi paling sederhana yang tampak, ketika lagu (cinta) yang berkesesuaian dengan kondisi emosi kita. Menangis, senyum, tertawa kecut, atau merasa kejedot ' oh, ni lagu gue banget' (reaksi verbal alay kan biasanya begitu :)' ), mungkin bahkan mengerutkan kening, berasumsi pada pasangan.
Pagi ini, aku baru tersadar dari lagu yang dinyanyikan Ariel Noah 'Separuh aku'.. Menyanyikan lagu itu bersama-sama dengan kekasih, dengan penjiwaan yang sama. Belum tentu lagu itu tampak satu arah. Dengan semangat lirik dan cerita, aku cuma berasumsi. okelah, aku pakai bahasa yang sedikit puitis dari reaksi terhadap lagu Ariel Noah 'Separuh Aku'..
'Ku nyanyikan Lagu ini untukmu, tapi ternyata kau menyanyikannya untuk dia'
Selasa, 19 Maret 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar