Jumat, 03 Juni 2011

TelkomVision dan Indovison; are suckkk!!

Promosi yang menggiurkan dan gegap gempita, tentu satu strategi marketing. Terutama jika itu berkenaan dengan produk baru. Cara marketing tentu berbagai macam rupa dan janji yang diberikan. Sering kita jumpai, promosi yang dilakukan dengan cara undian berhadiah, iklan yang mengancam keinginan kita untuk selalu dan selalu tergiur dan tunduk sebagai budak iklan/promosi.

Tapi untuk undian berhadiah, aku dengan sadar saat ini mengatakan itu hanya omong kosong besar (atau mungkin aku tidak pernah menang undian kali yaa.. :)). tentu ini berdasar pengalaman pribadiku, pengalaman waktu kecil. Karena keterbatasan ekonomi orang tua, anak-anaknya mesti ngerti untuk mengerem keinginan yang di luar kemampuan. Maka, cara instan untuk mendapatkan keinginan materi (berupa barang seperti sepeda, radio; barang2 promosi jaman dulu waktu aku kecil, hadiah termewah ya.. sepeda.). Atau berkirim surat kepada artis favorit di ibukota (waktu itu aku tinggal jauh di pelosok Kalimantan, bayangin ajalah jaman ORBA, mana ada pemerataan pembangunan) untuk sekedar meminta barang impian. Aku juga pernah berkirim surat ke Pak Harto, untuk membelikan ku sepeda federal stang rata (model terdahsyat dari sepeda dengan stang rata). Semenjak dikirim sampai sekarang aku tak tau nasib suratku... hemmm

Jaman sekarang dengan akses informasi yang lebih terjangkau dan mudah. Perkembangan gadget yang terus baru, keinginan alam bawah sadar kita secara tak disadari terpompa untuk memiliki. Itulah, karena alasan berbeda pendukung tim favorit sepakbola, aku memutuskan untuk membeli tv sendiri. Dengan anggaran yang ku siapkan dan setelah mengumpulkan informasi, maka aku putuskanlah untuk membeli keluaran teknologi terbaru dari televisi; tv smart LED.

Untuk memenuhi keinginan barang yang kuimpikan, dan harga yang lebih murah. Cara lain ialah harus menempuh perjalanan ke Banjarmasin dari tempatku memakan waktu sekitar 6-7 jam. Sesampai di Banjarmasin, aku observasi tempat (toko), dari persedian terlengkap dan harga promosi jika ada.


Maka sampailah aku di toko (11/5/2011) yang ku asumsikan toko elektronik terlengkap di Banjarmasin (Pondok Elektronik). Setelah sebentar keliling area, ketemu beberapa merk terkenal. Dan singgahlah aku di stan Samsung. Setelah nanya2, ternyata samsung lagi promosi produk smart tv bekerjasama dengan telkomvision. Yaitu, 'free 3 months pay tv All Channel + 1 Mbps Internet Service unlimited'. Keyakinanku tidak berubah karena alasan langganan tv kabel itu didukung dengan daerahku tercover promosi itu. Maka ku putuskan untuk membeli seri 4 4000 LED TV'32. Seharga Rp. 3.868.000,-. Besoknya (12/5/2011)ku pulanglah ke daerahku, berangan angan akan menikmati tv baru dengan tv berlangganan.

Sekitar tanggal 13 Mei 2011, aku melakukan registrasi ke No.HP yang disebutkan di brosur promosi. Mengisi lengkap apa yang ditanyakan, menyiapkan berkas administrasi yang dianjurkan. Besoknya 14/5/11 aku dihubungi oleh perempuan konon dari pihak telkomvision. Aku disuruh menunggu teknisi yang akan datang ke rumah. Dengan sabar aku tunggu, lewat 3 hari batas kesabaranku sedikit terganggu, maka kuputuskan untuk menghubungi pihak telkomvision Sampit. Jawaban mereka tidak tahu kalau ada promosi, dan aku dianjurkan untuk komplain ke pihak toko dimana aku membeli tv. Aku upayakan lagi untuk mendaftar ulang, menghubungi no. layanan telkomvision yang ku dapatkan dari laman resmi telkomvision. Besoknya, aku dihubungi perempuan lagi. Meminta maaf, dan harus sabar 2x24 jam menunggu. Masih sama tak ada jawaban dan tak dikunjungi oleh teknisi telkomvision.

Maka, aku dan diriku memutuskan tidak berharap lagi pada promosi gadungan samsung dan telkomvision itu. Dan kuputuskanlah untuk berlangganan ke Indovision, menghubungi pihak indovision. Menanayakan tetekbengek langganan dan lain sebagainya. Lalu aku dihubungi oleh seorang apalah yang dari indovison, bernama Adit dengan no. telpon 08561117726. Menjelaskan biaya langganan perpaket Rp. 200.000,- dan biaya transport Rp. 225.000,- karena Sampit bukan agen resmi yang ada hanya di Palangkaraya. Tertanggal 23 Mei 2011 aku mentransfer ke no. Rek. Mandiri pihak indovision, memfax bukti transfer dan dijanjikan 4 hari berikutnya teknisi mereka akan datang.

Dan sampai saat ini, tanggal 4 Juni 2011 tak ada tanggapan dari Adit dan Indovision. Oh.. ya aku beberapa kali komplain ke Adit menanyakan prihal belum datangnya teknisi. Sempat dijanjikan untuk menunggu. 2 Hari kemudian tak ada kabar, dan beberapa kali lagi ku sms... dan belum ada tanggapan.

Untuk sementara aku berkesimpulan Negeri ini payah, payah atas ketimpangan segala aspek. Dan parahnya lagi Telkomvision dan Indovision, belum mampu memberikan pelayanan terbaik buat pelanggan. Buat Telkomvision, tak perlu lagi membuat promosi bohongan. Indovison, aku tetap menunggu kabarmu, karena uang telah ditransfer.. hemmmm..Apesss!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar