Kau mungkin tidak tahu, aku juga
Entah apa yang mendekatkan kita, pertanyaan sederhana yang saat ini mungkin adalah satu pertanyaan misteri. Nyatanya kita telah masuk dalam ruang dan waktu diikat oleh emosi, dihiasi dengan kata-kata yang mengajarkan. Dimabuk oleh keintiman yang absah yang tidak sekedar basah, penuh makna, bebas pamrih.
Suatu waktu kau katakan padaku, 'aku tidak menyalahkan mu, tapi aku menyalahkan pertemuan itu'. Bagiku, itulah salah satu misteri. Aku balik bertanya dalam hati, hukum kausalitas seperti apa sekarang yang sedang hadir. Entahlah, dari sekian banyak 'penampakan' kau jelas 'memilih' ku. Aku, adalah posisi yang labih penuh petualangan, waktu itu. Aku adalah gelembung hasrat yang selalu mencari, meski sempat berpikir untuk berhenti di terminal yang rapi.
Lantas, ketika kau memilihku bagimu awalnya adalah sekedar ketertarikan sederhana. Bagiku, kau adalah hutan perawan yang siap aku jajaki. Aku mencoba menghadirkan energi lembut biar kau sambut. 'Aku terima kau sebagai sebuah keberanian', ketika itu sebelum kita mengakhiri makan malam dan perbincangan panjang yang diselingi atraksi mengagumkan. Sebelum kau katakan itu, kau menjelaskan tentang langit yang mesti di atas berwarna biru dan bumi di bawah langit penuh penghuni. Ketahuilah, sejak itu aku benar-benar paham dan siap untuk berlari tanpa air mata. Karena aku sudah bilang padamu, aku adalah petualang di hutan perawan.
Setelah kau deklarasikan bahwa kau juga petualang bermodal berani, sebelumnya aku juga meyakinkanmu sekali lagi. Dan kau katakan dengan lantang, 'aku ingin mencoba ke hutan'.
Tentu kau masih ingat, malam pertama kita di hutan. Karena aku masih. Hormon ku membara untuk menjelaskan padamu aturan di hutan. Tentu kau juga tahu, bagaimana akan memperlakukan aku ketika menjelaskan tentang hutan. Terus terang aku sempat bingung dan kaku bagaimana memperlakukan petualang pertama kali menjelajah hutan perawan. Tapi, kita tahu waktu membiarkan kita hanyut dengan damai di dalam hutan.
Malam itu entah malam jum'at apa, mungkin kau masih ingat!! Aku tak ingat detail itu, waktu itu. Saat ini, aku memeras otakku untuk mengingat malam jumat apa. Yang jelas itu dua bulan yang lalu. Ketika di sisa penat, kau terbang dengan senang. Bagiku mungkin dengan senang. Tapi aku gembira, paginya kau kirim merpati dengan secarik kertas; 'Dahsyaaat' itu kabarmu. Aku pun ternsenyum senang, begitulah kenikmatan hutan sayang...
Sabtu, 08 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar